Saturday, June 30, 2012

Ibu

Ibu,,
Kau yang telah mengandung aku selama 9 bulan
Kau menahan rasa sakit
Kau membiarkan nyawamu melayang, tapi aku harus ada di dunia ini.
Berkatmu, aku ada dibumi ini.
Tanpamu, aku tak bisa sebesar ini.
Selalu kau berikan yang terbaik untukku.
Kau merawatku dengan kasih sayang tanpa balasan.
Tetapi, aku mengecewakanmu.
Aku berani melawanmu, menyakitimu, dan menentangmu.
Tetapi, kau tetap menganggapku anak yang baik.
Kau mencari uang untuk makanku,hidupku,juga kebutuhanku.
Kau, sering tidak memperdulikan dirimu sendiri.
Ohh.. Ibuku
Maafkan bila aku punya kesalahan. aku sangat sayang padamu.
Aku tak rela bila kau tak ada.
I love u Ibu.

Puisi ini karya: Dhita Robasa M

Sunday, June 3, 2012

Mak


Mak,, apa kau tau ???
aku disini merindukanmu
mak,, apa kau rasa
aku disini sendiri dan tersiksa
sakit tak lagi terasa
air mata tak ada yang tersisa
fikiran mulai hampa
hingga hatipun tak bisa lagi kubina
mak,, apa yang harus ku lakukan ???
menutup mata pada dunia ??
ataukah meneguhkan hati dngan kekuatan yang tersisa

mak aku janji menjadi batu karang yang kuatahhhh …
mak aku harus bertahan untuk mu
aku harus kuat untuk mu
usahamu, pengorbananmu dan harapanmu
yang gak lemah dan hebat
mak aku janji jadi pohon yang kokoh
yang tegak dan tak mudah roboh
mak,,,
akan ku tahan sakitku ..
akan kusimpan pedihku ..
akan kutegarkan hatiku …
akan kukejar cita-citaku ..
kn kugapai bahagia untukmu ..
karya : nori

Sunday, October 16, 2011

kingfisher

Patiently waiting, watching
Still as an hour hand.
Vibrant blue,
Melted sky in depths
Of overhanging green.
Shadows move beneath
In swift currents of molten glass,
Sensitive to a presence
Beyond the watery realm.
Black eyes pierce
Every notion of prey.
Talons unhook.
A plummeting arrow
In an emerald tunnel.

feathers on water

Gunshot cracks the misty morning,
a mirror broken in an exploding chaff
of small birds, shrieking into atmosphere.
Then geese and swan run upon the splash,
wings outstretched too wide to flap,
faster, faster into sprint as inch by inch
they rise in a terrified cacophony, 
beaks wide sucking fuel into fired muscle,
beating air appeals to a returning Sun.

But there behind them, unseen
amongst shadows of glazing water,
lost feathers in a last dance regatta,
fleeing the approaching retriever,
spurred on by a cold lick of early breeze.

Search This Blog

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...